Tuesday, 1 October 2013

Doa Basmalah dan Fatihah Syaikh Abdul Qadir al-Jailani

Doa Basmalah dan Fatihah Syaikh Abdul Qadir al-Jailani

WIRID  BASMALAH

Amalan berikut ini adalah wirid basmalah susunan Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani yang disebutkan dalam
Kitab Ash-Shalawat wa al-Awrad :

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Allaahumma inii as-aluka bihaqqi bismillaahirrahmaanir-rahiim,
wabihurmati bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabifadhli bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabi’azhamati bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabijalaali bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabijamaali bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabikamaali bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabihaybati bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabimanzilati bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabimalakuti bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabijabaruti bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabikibriyaa-i bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabitsanaa-i bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabibahaa-i bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabikaramati bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabisulthaani bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabibarakati bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabi’izzati bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabiquwwati bismillaahirrahmaanir-rahiim
wabiqudrati bismillaahirrahmaanir-rahiim
irfa’ qadrii wasyrah shadrii wa yassir amrii warzuqnii min haytsu laa yahtasib bifadhlika wa 
karamika, ya man huwa kaaf haa yaa ‘ain shad haa mim ‘ain sin qaaf, wa as-aluka bijalaalil-
‘izzati wa jalalil-haybati wa jabaruutil ‘azhamati an taj’alanii min ‘ibaadikash-shaalihiinal-ladziina 
(laa khawfun ‘alayhim walaa hum yahzanuun) birahmatika yaa arhamar-raahimin wa an 
tushalliya ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘ala aali sayyidinaa Muhammad.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan haq bismillaahirrahmaanir-rahiim,
dan dengan kemuliaan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan keutamaan bismillaahirrahmaanir-rahiim,
dan dengan keagungan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kebesaran bismillaahirrahmaanir-rahiim,
dan dengan keindahan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kesempurnaan bismillaahirrahmaanir-rahiim,
dan dengan kewibawaan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kedudukan bismillaahirrahmaanir-rahiim,
dan dengan kekuasaan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan keperkasaan bismillaahirrahmaanir-rahiim,
dan dengan kebesaran bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan pujian bismillaahirrahmaanir-rahiim,
dan dengan cahaya bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kemuliaan bismillaahirrahmaanir-rahiim,
dan dengan kekuasaan bismillaahirrahmaanir-rahiim dan dengan keberkahan bismillaahirrahmaanir-rahiim,
dan dengan kemuliaan bismillaahirrahmaanir-rahiim, dan dengan kekuatan, dan dengan kekuasaan bismillaahirrahmaanir-rahiim,
angkatlah kemuliaanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan berikanlah aku rizqi yang tak
disangka-sangka datangnya dengan keutamaan-Mu dan kemuliaan-Mu, wahai DZat Yang Dia kaf  ha ya 
‘ain shad ha mim ‘ain sin qaf (hanya Allah yang tahu arti sesungguhnya kalimat-kalimat itu) dan aku memohon dengan
kebesaran kemuliaan-Mu, dengan kebesaran kewibawaan-Mu, dengan keperkasaan keangungan-Mu,
agar Engkau menjadikanku tergolong hamba-hamba-Mu yang shalih (yang tidak ada perasaan bersedih hati),
dengan rahmat-Mu, wahai Yang Paling Pengasih di antara yang pengasih. Dan aku memohon agar
Engkau senantiasa melimpahkan rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad dan kepada keluarga
junjungan kami, Nabi Muhammad.



DOA PEMELIHARAAN DIRI
Doa Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani berikut ini sangat baik dibaca sesudah membaca dzikir Allah (yakni
membaca Allah, Allah, Allah….) setiap selesai shalat fardhu sebanyak 66 kali, untuk mendapatkan
pemeliharaan diri dari Allah SWT dari
segala yang tidak dikendaki. Doanya adalah sebagai berikut :

Bismillaahirrahmaanir-rahiim

Allaahumma inni as-aluka bisirridz-dzaati wabidzaatis-sirri huwa anta huwa, ihtajabtu binuurillaahi 
wabinuuri ‘aduwwillaahi, bimi-ati alfi laa hawla walaa quwwata illaa billaah, khatamtu ‘alaa nafsii 
wa ‘alaa ahlii wa ‘alaa kulli syay-in a’thaaniihi rabbi bikhaatamillaahil manii’il-ladzii khatama bihi 
aqthaaras-samaawaati, wal ardh. Wa hasbunallaahu wa ni’mal wakiil, ni’mal mawlaa wa ni’man-
nashiir, walaa hawla walaa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-‘azhiim, wa shallallaahu ‘alaa sayyidinaa 
muhammadin wa ‘alaa ‘alihi wa shahbihi ajma’in, wa sallama tasliiman katsiiran wal hamdulillaahi 
rabbil ‘aalamiin.
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahasia Dzat-Mu dan Dzat rahasia-Mu, yang Dia
itu adalah Engkau dan Engkau adalah Dia. Aku melindungi diriku dengan cahaya Allah, dengan cahaya arasy
Allah, dengan semua nama milik Allah, dari musuhku dan musuh Allah, dengan seratus ribu ucapan Laa hawla
walaa quwwata illaa billaah. Aku melindungi diriku, keluargaku, dan segala sesuatu yang Tuhanku berikan
kepadaku dengan perlindungan Allah yang kokoh, yang dengannya Dia lindungi seluruh penjuru langit dan bumi.
Dan cukuplah Allah bagi kami, Dia sebaik-baik yang mengurus, sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik penolong.
Dan tidak ada daya dan upaya melainkan dengan izin Allah, Yang  Maha Tinggi lagi Maha Agung . Semoga Allah
melimpahkan rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, dan kepada keluarga dan para sahabatnya, dan
semoga pula Dia memberikan kesejahteraan yang banyak, dan segala puji adalah milik Allah, Tuhan sekalian alam.



DOA SETELAH MEMBACA AMALAN SURAT AL-FATIHAH
Berikut adalah doa yang dibaca setelah setiap selesai shalat fardhu. Surah Al-Fatihah itu dalam sehari-
semalam dibaca seratus kali. Perinciannya sebagai berikut : Setelah shalat Subuh membaca Al-Fatihah 30 kali, 
setelah shalat Zhuhur 25 kali, setelah shalat Ashar 20 kali, setelah maghrib 15 kali, dan setelah shalat
Isya 10 kali. Di setiap waktu itu setelah selesai membaca Al- Fatihah membaca doa ini tiga kali.
Barang siapa mengamalkannya secara rutin insya Allah akan mendapatkan manfaat-manfaat yang
luar biasa dan tidak disangka-sangka. Inilah doanya :

Bismillaahirrahmaanir-rahiim  

(Alhamdulillaahi rabbil-‘aalamiin) munawwiri abshaaril-‘aarifina binuuril-ma’rifati yaqiini, 
jaadzibi azimmati asraaril-muhaqqiqiina bijadzabaatil-qurbi wat-tamkiin, faatihi aqfaali qulubil-
muwahhidiin bifaatihatit-tawhiidi wal-fathil-mubiin, alladzii ahsana kulla syay-in khalaqahu 
wabada-a khalqal-insaani min thiinin tsumma ja’ala naslahu min sulaalatin min maa’in mahiin.
(Arrahmaanir-rahiim) al-‘aziizil-hakiimil-‘aliyyil-‘azhiimil-awwalil-qadiim, khaathaba muusaal-
kalima bikhithaabit-takriimi wa syarrafa nabiyyahul-kariima binnashshisy-syariif, walaqad 
aataynaaka sab’an minal-matsaanii wal-quraanal ‘azhiim.
(Maaliki yawmid-diin) qaahiril-jabaabirati wal-mutamarridiina wa mubiidith-thughaatil jaahidiina 
dza likumullaahu rabbukum fatabaarakallaahu ahsanul-khaaliqiin, fayaaman laa syariika lahu 
walaa mu’in.
(iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin) mu’tarifiina bil-ajzi ‘anil-qiyaami wa hiya ramiim.
(ihdinash-shiraathal-mustaqiim) shiraatha ahlil-ikhlaashi wat-tasliim
(Shiraathal-ladziina an’amta ‘alayhim) shiraathal-ladziina tasallaw bil-hudaa wafarihuu bimaa 
ladayhim.
(Ghayril maghdhuubi ‘alayhim) habnallaahumma minka mawajibash-shiddiiqiin.  Wa asyhidnaa 
masyaahidasy-syuhadaa’i walaa taj’alnaa dhalliina walaa mudhilliina walaa tahsyurnaa fii 
zumratizh-zhaalimiina (Waladh-dhaalliin) (Aamiin)
Allaahumma bihaqqi haadzihil-faatihati, iftah lanaa fathan qariiba, allaahumma bihaqqi 
haadzihisysyaafiyati isyfinaa min kulli aafatin wa ‘aahatin fiddunyaa wal aakhirah. Allaahumma 
bihaqqi haadzihil-kaafiyati, ikfinaa maa ahammanaa min amrid-dunyaa wal aakhirati wa ajri 
ta’alluqaatii wa ta’alluqaati ‘ibaadikal-mu’miniina ‘alaa ajalli ‘awaa’idika wasyfa’lanaa binafsika 
‘inda nafsika fid-dunyaa wal-akhirah, idz laa arhama binaa wabihim minka yaa arhamar-raahimiin.
Wa shallallaahu ‘ala sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallama tasliiman 
katsiiran ilaa yawmid-diin wal hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.

“ Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
(Segala Puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam) Yang menyinari pandangan orang-orang arif dengan cahaya
ma’rifah dan keyakinan, Yang menarik kendali rahasia-rahasia para muhaqqiq (orang yang tahu detail-detail
sesuatu) dengan tarikan-tarikan kedekatan dan kekokohan, pembuka kunci-kunci hati orang-orang yang
bertauhid dengan pembuka tauhid dan kemenangan yang nyata, yang membaguskan segala sesuatu yang
diciptakan-Nya, dan memulai penciptaan manusia (yakni penciptaan Adam) dari tanah kemudian menjadikan
keturunannya dari suatu saripati air yang hina.
(Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) Yang Maha Mulia, Maha Bijaksana, Maha Tinggi, Yang Maha
Agung, Maha Awal, Maha Terdahulu. Dia berbicara kepada Nabi Musa, Kalamullah, dengan pembicaraan
yang memuliakan. Dan Dia memuliakan Nabi-Nya yang mulia (Nabi Muhammad) dengan nash yang mulia,
Wa laqad aataynaaka sab’an minal matsaani wal-qur’anal-‘azhiim (Dan sesungguhnya Kami telah
memberikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Qur’an yang agung).
(Yang menguasai hari kemudian) Yang mengalahkan orang-orang yang zhalim dan mereka yang sewenang-
wenang, Yang membinasakan para thaghut yang ingkar. Itulah Allah, Tuhan kalian. Maha Suci Allah, sebaik-
baik yang menciptakan. Wahai Dzat Yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan tidak pula ada penolong.
(Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan) Dengan mengakui
kelemahan dalam melaksanakan hak-Mu di setiap waktu dan saat. Wahai Dzat Yang Membangkitkan angin
yang diam, wahai Dzat Yang menghidupkan tulang-belulang yang dalam keadaan hancur.
(Tunjukilah kami jalan yang lurus) Jalan orang-orang yang memiliki keikhlasan dan penyerahan diri.
(Yakni jalan orang-orang yang Engkau berikan nikmat kepada mereka) Jalan orang-orang yang terhibur
dengan petunjuk dan merasa gembira dengan apa yang ada pada mereka.
(Bukan jalan orang-orang yang dimurkai) Berikanlah kepada kami, Ya Allah, dorongan-dorongan kaum
shiddiqin, dan perlihatkanlah kepada kami pemandangan-pemandangan para syuhada, dan janganlah
Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang sesat dan jangan pula tergolong orang-orang yang
menyesatkan, dan janganlah Engkau kumpulkan kami dalam golongan orang-orang yang zhalim.
(Dan bukan pula orang-orang yang sesat) (Aamiin).
Ya Allah, dengan kemuliaan Al-Fatihah (pembuka) ini, bukakanlah bagi kami keterbukaan (kemenangan)
 yang dekat. Ya Allah, dengan kemuliaan penyembuh ini, sembuhkanlah kami dari segala penyakit dan
gangguan kesehatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, dengan kemuliaan surah yang mencukupi ini, cukupilah
kami dalam segala yang penting bagi kami dari urusan dunia dan akhirat. Dan jadikanlah kecintaan kami
dan kecintaan hamba-hamba-Mu yang mukmin adalah pada manfaat dari-Mu yang terbesar. Berilah
kami pertolongan dengan diri-Mu pada diri-Mu di dunia dan akhirat, karena tidak ada yang lebih
penyayang terhadap kami dan terhadap mereka daripada Engkau, wahai Yang Paling Penyayang di
antara yang penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan kesejahteraan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad,
serta keluarga dan para sahabatnya sebanyak-banyaknya sampai hari akhir kelak, dan segala puji
milik Allah, Tuhan sekalian alam.”

Sunday, 8 September 2013

BAGAIMANA UNTUK MENJADIKAN RAWATAN TERHADAP PESAKIT @ DIRI SENDIRI LEBIH BERKESAN DENGAN AYAT2 QURAN, ZIKIR & DOA

Ramai pesakit bersungut, MENGAPA pesakit masih belum sembuh2 walaupun sudah sekian lama berubat, malah rawatan dengan Perawat-Perawat @ Pusat-Pusat Rawatan yg Masyhur sekalipun.. Malah sesetengah Pesakit lain boleh pula sembuh dalam masa yang singkat walaupun penyakitnya lebih berat dari kita sendiri yg sudah lama menderita menanggung kesakitan. Ada juga pesakit yang mengakhiri hayatnya dalam keadaan sakit. Di sini ana akan cuba kongsikan beberapa kaedah ringkas hasil perkongsian ilmu dengan beberapa pesakit ana & sahabat2 Perawat yg bersama, pesakit yang selama ini tenat, tetapi Alhamdulillah telah diberi kesembuhan sepenuhnya oleh Allah :

1) Kaji Kehidupan Sebenar Pesakit sebelum dia DiTimpa Kesakitan/Sihir
    a- Berniaga tetapi TIDAK PERNAH mengeluarkan ZAKAT, jika diKELUARkan namun TIDAK
         MENCUKUPI.
    b- Tidak TAAT pada Emak, sentiasa mengutamakan Isteri & Anak2 sehingga Emak berkecil HATI tanpa
         beliau meminta kemaafan & keredhaan dari emak. Hakikatnya, tanggung-jawab seorang LELAKI itu
         terhadap EMAKnya x akan terputus selama-lamanya walaupun dia mempunyai Isteri, Anak2,
         Perniagaan yg Berjaya DLL kemewahan di atas muka bumi Allah ini.
    c- Sikap seorang ISTERI terhadap SUAMInya.. sejauh mana Peranan & Ketaatan terhadap suaminya
    d- Sikap & Tanggung-Jawab seorang SUAMI terhadap ISTERI & Semua Tanggungannya. Keperluan
        Batin yakni Agama yang semakin diabaikan.
    e- Sumber REZEKI itu sendiri, dari MANA, ke MANA dilaburkan, kebanyakkannya x ambil peduli
    f- Mempunyai HUTANG, tetapi x BERUSAHA untuk menyelesaikannya
    g- Hasad dalam hati terhadap kesenangan & kemewahan jiran2 @ orang lain
    h- Beranggapan BURUK terhadap alim ulamak, ahli2 zikir yg Matsur, jemaah yg selalu berulang-alik ke
        Masjid.
    g- Mandi Wajib @ Wudhu yg TIDAK SEMPURNA
    h- TIDAK mengamalkan DOA2 ASAS dalam kehidupan seperti yang diAJAR RASULULLAH
         (S.A.W) spt Doa Makan, Tidur & Bangun, Masuk Tandas, Sebelum Bersetubuh, Keluar dari Rumah,
         Semasa Beremosi spt Marah, Terkejut, Sedih & Gembira, DLL doa lagi
    i- TIDAK menjaga KEBERSIHAN diri, kuku yg tidak TERJAGA & TERURUS, tidak BERSIH, kuku
        yang kotor akan menjadi pintu MASUK untuk JIN/Syaitan ke dalam badan kita, seterusnya
        merosakkan anggota, fikiran & hati kt
    j- BerBANGGA dengan sikap Pemarah dalam diri & x BERUSAHA untuk menjadi lebih penyabar

2) TAHAP RAWATAN YANG PERLU DIPRAKTIKKAN
    A- Rawat ANGGOTA
         Iaitu anggota yg menderita sakit JANGAN dibiarkan berterusan mengalami kesakitan seperti Sakit
         Sendi, Sakit Kepala, Pinggang, Belikat. Rajin bersenam supaya perjalanan Darah sentiasa lancar. Bagi
         urat-urat yang mengalami kesakitan @ gangguan angin dalam badan, anda kena ikhtiarkan melalui  
         terapi @ urutan dengan yang pakar dalam urut. Angin-angin yang tersekat dalam darah, darah2 yg
         membeku akibat kurang lancar pengaliran, sel2 darah putih yang tidak terkawal, minyak2 & kolesterol
         berlebihan akan MENJADI sumber makanan yang LAZAT & DIGEMARI oleh golongan2 JIN yang
         sedang berada dalam TUBUH kita. Kurangkan makanan2 yang BERLEMAK, BERMINYAK &
         BERANGIN seperti Susu Soya, Ayam terutama bahagian kulit, daging2 yg banyak lemak, telur, jenis2
         kacang, nangka, pulut DLL pemakanan yang menghasilkan Lemak, Minyak & Angin. ANGGOTA
         badan yang dibiarkan dalam kesakitan, Lama2 akan menjadi Ibu-Pejabat & Pusat Pengurusan JIN2
         yang berada dalam badan yg berjalan melalui salur darah kita.Sia2 lah RAWATAN mengeluarkan
         JIN  jika DALAM MASA YANG SAMA, MAKANAN & SUMBER PROTEIN untuk JIN
         berlambak-lambak dalam BADAN KITA.

   B- Rawat PEMIKIRAN
        i) Ubah Pemikiran kita bahawa Semua Penyakit yang MENIMPA kita, adalah melalui kesilapan diri
           kita sendiri. BUKAN melalui KEJAHATAN orang lain. ALLAH memberi kita Kesakitan adalah
           melalui SifatNya YANG MAHA ADIL. TANPA SAKIT, kita LUPA pada ALLAH, semakin
           mengejar KEDUNIAAN, X Solat, X Zikir, X Baca Quran & Mempunyai Masalah2 yang spt yang
           telah diterangkan dalam Rangkap yang di atas.
       ii) Sentiasa BERFIKIRAN negetif terhadap kekuatan diri sendiri, fikirkan diri ini sebagai KHALIFAH
          & Makhluk JIN itu adalah lebih rendah martabatnya dari kita. Segala kesakitan yang kita alami adalah
          SEPENUHNYA dari ALLAH, bukan disebabkan JIN @ Makhluk
      iii) Tenangkan fikiran & Jalani kehidupan @ kesakitan dengan penuh CERIA & TANPA STRESS

  C- Rawat HATI
       i) UBAH sikap anda selama ini yang Pemarah, Mudah Beremosi dengan sikap yang Penyabar &
          Menyenangkan orang lain.
      ii) Amalkan doa2 & Zikir Harian yang Tsabit dari Rasulullah. HAKIKATnya, semua doa & zikir yang
          Rasulullah ajar, akan lebih memberi kesan kepada HATI dahulu, ke Fikiran Barulah ke Anggota.
         Agak makan masa KESANnya TETAPI memberi KESAN yang BERPANJANGAN. Istiqamah dgn
         Amalan2 Rasulullah walaupun SEDIKIT. Amalan yang ISTIQAMAH adalah lebih DEKAT dgn
         ALLAH.
     iii) Baca Al-Quran dgn kita faham Maknanya. Rujuk Terjemahan jika kita x FAHAM bahasa ARAB.
         Amalkan baca 1 muka setiap hari sudah memadai asalkan kita dapat ISTIQAMAH dalam
         membacanya. Al-Quran yg dibaca dengan kita Faham Maknanya AKAN lebih menyembuhkan HATI
         KITA.
     iv) Berusaha untuk KHUSYUK dalam SOLAT. Lembutkan HATI kita dengan menangis di hadapan
         Allah (yakni ketika Solat). HATI yang lembut akan memudahkan IMAN & NUR meresap dalam
         HATI. sudah TENTU HATI yang BERCAHAYA akan lebih menjauhkan kita dari mudah dipengaruhi
         oleh Jin & Syaitan.

Moga-moga perkongsian yang serba sedikit ini dapat memberi manfaat untuk Perawat2 & Pesakit2. Dari Allah penyakit itu datang, Kepada Allah jualah Penyakit/Kesulitan itu kembali.......

Sunday, 17 March 2013

SAKA & ANTARA KAEDAH RAWATAN YANG BIASA DIGUNAKAN

Iaitu ada beberapa cara yang boleh
menghentikan gangguan saka...

1.BUNUH JIN SAKA...

Iaitu jin itu dibunuh (biasanya oleh
perawat)...

2.JIN ITU DIKURUNG...

Iaitu jin itu ditangkap dan dikurung
dimana-mana dengan syarat ia terkurung
sepenuhnya...bukan sebahagian sahaja
atau dikurung terlepas-lepas...

3.JIN ITU DIPINDAH TUAN...

Iaitu jin itu dipindahkan kepada orang
lain samada secara sedar atau tak sedar
atau secara sukarela...atau terpaksa...

Contohnya kepada ahli keluarga...rakan
...anak murid...pesakit...perawat dan
sebagainya...

4.JIN ITU MEMILIH TUAN BARU...

Tak mustahil kalau jin itu serik tinggal
dalam badan seseorang...maka ia akan
mencari 'rumah baru' terutama orang yang
sekeluarga dengan tuannya...

5.DIIKAT KEPADA MANA-MANA BENDA...

Contohnya jin tangkal...atau keris...atau
sbagainya ditarik kepada benda tersebut...
kemudian diikat agar tak dapat keluar atau
tak dapat bebas...

Jin juga boleh diikat kepada benda-benda 
lain seperti pokok-pokok...batu-batu hutan
atau tiang-tiang rumah dan sebagainya...

Iaitu bergantung kepada bidang perawat.

...DAN SEBAGAINYA...

HALANGAN....

Iaitu perkara-perkara yang menjadi halangan
kepada penyelesaian cara di atas...

1.BUKAN SEMUA JIN DAPAT DIBUNUH...

Atau ditangkap..atau diikat dan sebagainya
kerana secara umum...jin saka adalah jenis
jin ilmu...iaitu ia ada sihir dan kepandaian
tersendiri...

Malah dalam 'kampung mereka' daripada ribuan 
atau lebih jin...mungkin ia adalah antara 
yang paling handal...sementara sebahagian yang 
lain baru nampak kelibat manusia saja dah lari
lintang pukang...

2.'BERPENGALAMAN LUAS'...

Biasanya jin saka juga adalah jin yang sangat 
berpengalaman malah mungkin dah bertahun...
beratus tahun atau ribuan tahun bercampur 
dengan manusia...maka pastinya pengalaman itu
akan ia pergunakan sepenuhnya dalam menguasai
mangsa juga menentang perawat...

3.KEKUATANNYA MELEBIHI DARIPADA KEKUATAN ASAL.

Iaitu apabila seekor jin itu berdamping dengan
manusia...maka ia akan lebih kuat atau ganas
daripada sebelumnya...

Dan ia adalah satu daripada kelebihan jin saka
iaitu dapat menumpang kekuatan roh manusia se-
cara langsung atau tak langsung...(sama seperti
jin sihir)...

4.SAKA LEBIH DARIPADA SATU...

Mungkin pada seseorang itu ada lebih daripada se-
ekor saka...mungkin ada dua tiga ekor...atau 
mungkin 'berekor-ekor'...

Kalau setakat 'sekor dua' dibunuh...masih ada yang
lain...

Malah kalau anda keluar rumah nak berawat...satu
dua ekor itu akan ikut...tapi yang lainnya mungkin
duduk dirumah saja...
itu pun yang ikut pun...mungkin baru berdepan rumah
atau perawat...belum sempat baca apa lagi...dah 
'cabut lari' menyelamatkan diri...

Kalau dipanggil pun...tak ada jaminan semuanya akan
dapat ditarik...malah yang ada ada dalam badan pun
belum tentu 'memunculkan' diri...kadang-kadang ia
akan terus bersembunyi dalam badan...

Ada kisahnya...perawat berjaya membunuh seekor saka
yang tinggal dalam badannya...
seminggu kemudian didapati ada beribu ekor jin lagi
yang menempati segenap tubuhnya...

Dan ada kisah lain...bukan saja jin saka telah ber-
anak pinak...malah telah berkampung dalam dada se-
orang budak lelaki...

Dan sebagainya...

Kesimpulannya...secara umum setiap orang yang di-
dampingi jin saka...biasanya memerlukan rawatan...
dan sebaik-baiknya juga perlu kepada amalan pem-
benteng diri sendiri...

Wallohu a'lam.

Wednesday, 10 October 2012

AMALAN ASAS UTK MENGELAKKAN SIHIR / GANGGUAN JIN


Pilihan 1: Sentiasa berada dalam keadaan wuduk sepanjang hari. Selagi kita dalam berwuduk selagi itulah sihir tidak dapat menembusi.
Pilihan 2: Amalkan selalu minum air limau nipis. Baca 3 Qul dan selawat syifak, minum air tersebut dan baki ¼ nya siram air tersebut ke atas kepala. Jika sihir yang baharu kena akan gugur.
Pilihan 3: Amalkan mandi limau nipis sebanyak 7 biji. Potong limau tersebut dan campurkan sedikit garam bukit. Gaulkan campuran tersebut. Mandi pakai kain basahan, tutup lubang tandas jika bilik air ada tandas. Jika bilik air sekali dengan tandas, baca ayat kursi dalam hati siram air limau tadi bermula dari kepala ke bawah. Ambil limau nipis yg dipotong tadi gosokkan bermula dari kepala ke bawah. Lepas mandi kain basahan jangan diperah dan badan jangan dilap biarkan dia kering sendiri. Lepaskan kain basahan ke bawah jangan membuang kain basahan ke atas. Limau nipis lepas mandian tadi dipungut dan dibuang ke dalam sungai di mana airnya mengalir. Amalan ini patut diamal seminggu sekali. Jika istiqamah mengamal amalan ini, sukar terkena sihir/buatan manusia jahat. Amalan ini juga elok diamalkan bila badan rasa lemah dan bila terasa nak demam. Limau nipis dan garam mempunyai aura tersendiri yang menggetarkan gelombang yang tidak disukai oleh makhluk halus. Dengan itu ia akan keluar dari badan kita. Dengan kata lain jika kita di sihirkan, sihir akan gugur.
Pilihan 4: Amalkan membaca surah Al Jin setiap malam.
Pilihan 5: Wirid Bismillah 7, sebanyak 3 kali lepas subuh dan Asar.
Pilihan 6: Untuk mengelak rumah disihir ambil segenggam garam baca 3 Qul dan tabur garam tersebut di hadapan pagar depan dan belakang rumah anda.
Pilihan 7: Tidur dengan berwuduk dan membaca 3 Qul lalu disapu ke seluruh badan, kecuali kawasan kemaluan, untuk memagarkan diri.

AMALAN ASAS UTK MENGELAKKAN SIHIR / GANGGUAN JIN


Pilihan 1: Sentiasa berada dalam keadaan wuduk sepanjang hari. Selagi kita dalam berwuduk selagi itulah sihir tidak dapat menembusi.
Pilihan 2: Amalkan selalu minum air limau nipis. Baca 3 Qul dan selawat syifak, minum air tersebut dan baki ¼ nya siram air tersebut ke atas kepala. Jika sihir yang baharu kena akan gugur.
Pilihan 3: Amalkan mandi limau nipis sebanyak 7 biji. Potong limau tersebut dan campurkan sedikit garam bukit. Gaulkan campuran tersebut. Mandi pakai kain basahan, tutup lubang tandas jika bilik air ada tandas. Jika bilik air sekali dengan tandas, baca ayat kursi dalam hati siram air limau tadi bermula dari kepala ke bawah. Ambil limau nipis yg dipotong tadi gosokkan bermula dari kepala ke bawah. Lepas mandi kain basahan jangan diperah dan badan jangan dilap biarkan dia kering sendiri. Lepaskan kain basahan ke bawah jangan membuang kain basahan ke atas. Limau nipis lepas mandian tadi dipungut dan dibuang ke dalam sungai di mana airnya mengalir. Amalan ini patut diamal seminggu sekali. Jika istiqamah mengamal amalan ini, sukar terkena sihir/buatan manusia jahat. Amalan ini juga elok diamalkan bila badan rasa lemah dan bila terasa nak demam. Limau nipis dan garam mempunyai aura tersendiri yang menggetarkan gelombang yang tidak disukai oleh makhluk halus. Dengan itu ia akan keluar dari badan kita. Dengan kata lain jika kita di sihirkan, sihir akan gugur.
Pilihan 4: Amalkan membaca surah Al Jin setiap malam.
Pilihan 5: Wirid Bismillah 7, sebanyak 3 kali lepas subuh dan Asar.
Pilihan 6: Untuk mengelak rumah disihir ambil segenggam garam baca 3 Qul dan tabur garam tersebut di hadapan pagar depan dan belakang rumah anda.
Pilihan 7: Tidur dengan berwuduk dan membaca 3 Qul lalu disapu ke seluruh badan, kecuali kawasan kemaluan, untuk memagarkan diri.

AMALAN ASAS UTK MENGELAKKAN SIHIR / GANGGUAN JIN


Pilihan 1: Sentiasa berada dalam keadaan wuduk sepanjang hari. Selagi kita dalam berwuduk selagi itulah sihir tidak dapat menembusi.
Pilihan 2: Amalkan selalu minum air limau nipis. Baca 3 Qul dan selawat syifak, minum air tersebut dan baki ¼ nya siram air tersebut ke atas kepala. Jika sihir yang baharu kena akan gugur.
Pilihan 3: Amalkan mandi limau nipis sebanyak 7 biji. Potong limau tersebut dan campurkan sedikit garam bukit. Gaulkan campuran tersebut. Mandi pakai kain basahan, tutup lubang tandas jika bilik air ada tandas. Jika bilik air sekali dengan tandas, baca ayat kursi dalam hati siram air limau tadi bermula dari kepala ke bawah. Ambil limau nipis yg dipotong tadi gosokkan bermula dari kepala ke bawah. Lepas mandi kain basahan jangan diperah dan badan jangan dilap biarkan dia kering sendiri. Lepaskan kain basahan ke bawah jangan membuang kain basahan ke atas. Limau nipis lepas mandian tadi dipungut dan dibuang ke dalam sungai di mana airnya mengalir. Amalan ini patut diamal seminggu sekali. Jika istiqamah mengamal amalan ini, sukar terkena sihir/buatan manusia jahat. Amalan ini juga elok diamalkan bila badan rasa lemah dan bila terasa nak demam. Limau nipis dan garam mempunyai aura tersendiri yang menggetarkan gelombang yang tidak disukai oleh makhluk halus. Dengan itu ia akan keluar dari badan kita. Dengan kata lain jika kita di sihirkan, sihir akan gugur.
Pilihan 4: Amalkan membaca surah Al Jin setiap malam.
Pilihan 5: Wirid Bismillah 7, sebanyak 3 kali lepas subuh dan Asar.
Pilihan 6: Untuk mengelak rumah disihir ambil segenggam garam baca 3 Qul dan tabur garam tersebut di hadapan pagar depan dan belakang rumah anda.
Pilihan 7: Tidur dengan berwuduk dan membaca 3 Qul lalu disapu ke seluruh badan, kecuali kawasan kemaluan, untuk memagarkan diri.

Tuesday, 11 September 2012

RAWATAN UTK TULANG TERKEHEL @ PATAH


Sila baca ayat dibawah dan hembus kepada sebotol miyak serai wangi,kemudian urut sejam tempat yang cedera/patah...InsyaALLAH mujarab....

AL FATEHAH 1X
ISRA 82 3X
SELAWAT SYIFA 3X
YASIN 78-79 7X
YASIN 82 3X


YASIN 78-79
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلاً۬ وَنَسِىَ خَلۡقَهُ ۥ‌ۖ قَالَ مَن يُحۡىِ ٱلۡعِظَـٰمَ وَهِىَ رَمِيمٌ۬ (٧٨) قُلۡ يُحۡيِيہَا ٱلَّذِىٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٍ۬‌ۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلۡقٍ عَلِيمٌ (٧٩)
Serta dia mengemukakan satu misal perbandingan kepada Kami (tentang kekuasaan itu) dan dia pula lupakan keadaan Kami menciptakannya sambil dia bertanya: Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-tulang yang telah hancur seperti debu? (78) Katakanlah: Tulang-tulang yang hancur itu akan dihidupkan oleh Tuhan yang telah menciptakannya pada awal mula wujudnya dan Dia Maha Mengetahui akan segala keadaan makhluk-makhluk (yang diciptakanNya(79)

RAHSIA AWAL AYAT SURAH MARYAM & ASY-SYUAARA


Rahasia Surat Maryam & Asy Syuura
( Ayat 1 & Ayat 1- 2 )

(Asy-Syuura ayat 1- 2) حم عسق (Maryam ayat 1)كهيعص
Atau dengan huruf terpisah adalah :
ك ه ي ع ص ح م ع س ق
Ayat ayat di atas merupakan ayat dari surat maryam ayat ke 1 dan surat Asy-Syuura ayat 1-2 yang berupa huruf yang disebut juga " Ayat Fawatih As- Suwar ( Ayat pembuka surat-surat ), Ilmu ini saya terjemahkan dari kitab Syamsul Ma'arif Al- Qubra kepunyaan " Syeikh Al-Imam Ahmad Ibni Ali Al- buuny ", Sebagian Ulama khowas seperti Syeikh Zainuddin Al-Kaafy mengatakan bahwa Ayat ayat di atas merupakan Asma Al-'Adzom, karena ayat ayat tersebut mempunyai rahasia dan keajaiban-keajaiban yang langka, Rahasianya sendiri terletak pada huruf-hurufnya yang mengandung ayat ayat yg lainnya, disini saya coba menjelaskan isi kandungan dari 10 huruf di atas sebagai berikut :

ك كَمَاء أَنزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ فَأَصْبَحَ هَشِيماً تَذْرُوهُ الرِّيَاحُ ح
Artinya : "Sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin".[Al-Kahfi 18:45]
Huruf ك dari surat maryam ayat 1 merupakan huruf awal dari surat kahfi ayat 45, Dan huruf ح dari surat Asy-Syuura ayat 1 merupakan huruf ح juga dari surat Kahfi ayat 45

ه هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْب وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ
الرَّحِيمُ م
Artinya : "Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang".[Al-Hasyr 59:22]
Huruf ه dari surat Maryam ayat 1 merupakan Huruf awal dari surat Al- Hasyr ayat 22, Dan huruf م dari surat Asy-Syuura ayat 1 merupakan huruf akhir dari Surat Al-Hasyr ayat 22

ي يَوْمَ الْآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ ع
Artinya : " hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya".(Ghafir/ Al Mu'min 40:18)


ع عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا أَحْضَرَتْ فَلَا أُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ الْجَوَارِ الْكُنَّسِ وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ س
Artinya : " maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannyaSungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing "
[ At-Takwir 81:14 - 18 ]
ص ص وَالْقُرْآنِ ذِي الذِّكْرِ بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ ق
Artinya : " Shaad, demi Al Qur'an yang mempunyai keagungan,Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit".[Shaad 38: 1 - 2]

Tata cara mengamalkan ke 5 Ayat diatas adalah sebagai berikut :
1. Apabila mempunyai hajat apa saja 5 Ayat di atas dibaca 66 x pada tengah malam setelah tahajjud
2. Apabila anda ingin menarik sesorang yang kabur/Lari, kepalkan lah semua jari tangan anda lalu buka satu persatu sambil membaca Kaf ha ya 'ain shad ha mim 'ain syin qof, masing -masing huruf untuk tiap jari yg dimulai dari ibu jari tangan kanan dan seterusnya, setelah itu bacalah 5 Ayat diatas 100 x sambil di bayangkan wajah orang tsb, maka yg kabur akan kembali, bisa juga untuk menarik kekasih supaya datang.
3. Untuk Jalbur Rizqi 5 Ayat diatas dibaca 313 x, Kemudian membaca Do'a dibawah ini 3x
Allohumma Inni As aluka An tarjuqoni Rizqon halalan toyyiban wasi'an katsiran min Ghairi Ta'abin wala ihtisabin wala masyaqatin wala dhararin innaka 'ala kulli say in qadiir bihaqqi Kaf Ha Ya 'Ain Shad wa Ha Mim 'Ain Sin Qaf
Demikian khasiat ini tidak bisa saya uraikan semuanya, Yang terpenting untuk 5 ayat ini silahkan di dawamkan 66 x setiap hari semua khasiat akan anda ketahui & rasakan sendiri, Minimal dawam 70 Hari.

Saturday, 11 August 2012

KETAKSUBAN UMMAT TERHADAP GURU TAREQAT, KEBATINAN @ PERSILATAN


Islam berteraskan tauhid dan anti syirik. Asas ajaran Islam ialah membesarkan Allah dan menghayati ajaran Allah berdasarkan tunjuk ajar Rasulullah s.a.w. Jika mana-mana guru menumpukan ajarannya kepada membesar Allah dan mengikuti ajaranNya seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah s.a.w, maka itulah ajaran yang benar. Jika tumpuan kepada membesarkan guru, sibuk menceritakan kehebatan guru, maka itu telah terbabas dari ajaran Allah dan rasulNya. Di sini beberapa perkara patut diberikan perhatian;

1. Kesalahan sesetengah ajaran guru  mereka cuma menjadikan diri mereka pusat kekaguman pengikut dengan mengada-adakan cerita kehebatan diri. Mengambil kesempatan dari fanatik pengikut menyebabkan kita lihat walaupun tarekat kononnya mengajar penganutnya agar meninggalkan cinta dunia, tetapi guru-guru yang hidup dengan kemewahan. Bahkan, menjadi trend sesetengah guru ini untuk mendampingi orang kaya dan berkuasa.
Hal ini sangat berbeza dengan mereka yang zuhud pada zaman salafussoleh. Pada zaman dahulu, walaupun ramai penguasa yang soleh, namun golongan zuhhad (ahli zuhud) yang ikhlas ini enggan mendampingi mereka bimbangkan percikan dunia. Hari ini banyak penguasa yang tidak soleh, tetapi kita lihat golongan yang menyandar diri kepada terekat ini ramai suka memakmurkan majlis-majlis kemeriahan penguasa, memuji mereka dan mendapat habuan dari mereka. Maka, sesetengah guru menjadikan ‘bicara rohani’ atau bicara keajaiban diri untuk membina empayar harta dan pengaruh.
2. Bagaimanakah seorang guru boleh mendakwa bahawa dia mengetahui apa yang tersembunyi dalam dada muridnya, sedangkan Rasulullah s.a.w pun tidak mendakwa demikian? Dalam hadis Nabi s.a.w bersabda:
“Kamu mengangkat perbalahan kamu kepadaku. Boleh jadi sesetengah kamu lebih petah hujahnya daripada yang lain. Lalu aku berikan untuknya berdasarkan apa yang aku dengar. Sesiapa yang aku berikan sesuatu hak saudaranya janganlah dia ambil, kerana sesungguhnya aku memotong untuknya potongan api neraka (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).
Ertinya, baginda pun menilai berdasarkan apa yang zahir dan tidak mengetahui yang batin, sedangkan baginda seorang nabi. Hanya jika ada kes tertentu yang baginda mendapat wahyu daripada Allah.
3. Nabi s.a.w pernah melihat sahabat mengahwinkan pokok tamar, lalu baginda bersabda:
“Apa yang sedang kamu lakukan?”. Jawab mereka: “Kami telah lakukannya sebelum ini”. Jawab baginda: “Barangkali jika kamu tidak buat ia lebih baik”. Maka mereka pun tidak melakukannya, lalu pokok tidak berbuah. Mereka menyebut hal tersebut kepada Nabi s.a.w, lalu baginda bersabda: “Aku ini manusia. Apabila aku menyuruh kamu dari perkara agama, maka ambillah (patuhlah). Jika aku menyuruh kamu sesuatu dari pendapatku, maka aku hanyalah seorang manusia” (Riwayat Muslim).
pokok-tamar.jpg
Gambar Hiasan – Pokok Tamar
Apakah guru ini lebih daripada Nabi s.a.w sehingga mengetahui segala perkara yang zahir dan yang tersembunyi?
4. Keturunan Nabi s.a.w memanglah satu kelebihan. Namun, itu bukan pengukur utama kemuliaan seseorang. Tiada sistem kasta dalam Islam. Berlebihan dalam memuliakan keturunan tertentu itu menyerupai ajaran hindu, atau dalam umat ini seperti ajaran Syiah. Sedangkan al-Quran menyebut:
“Sesungguhnya yang paling mulia dalam kalangan kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa” (Surah al-Hujurat: 13 ).
Nabi sendiri pernah menyebut:
“Wahai Fatimah binti Muhammad! Wahai Sofiyyah binti ‘Abd al-Muttalib! Aku tidak dapat menyelamatkan kamu dari (hukuman) Allah” (Riwayat Muslim).
Ertinya, yang menyelamatkan seseorang itu iman dan takwa sendiri, bukanlah keturunannya.
5. Kaum keluarga Nabi s.a.w dihormati, namun ada batasan. Prof Hamka mengkritik keras dakwaan Ibn ‘Arabi iaitu tokoh rujukan sebahagian besar golongan tarekat @kebathinan yang menyatakan kita hendaklah menerima apa sahaja yang dilakukan oleh mereka yang berketurunan Nabi s.a.w. atau kaum sayyid kepada kita. Kata Prof Hamka:
“Tegasnya menurut fatwa Ibn Arabi ini kalau bangsa sayyid atau habib mengambil harta-benda kita hendaklah redha, hendaklah serahkan, hendaklah sabar, kalau diganggunya diri kita ditamparnya, dipukulnya hendak redha, hendaklah menyerah, hendaklah sabar. Sebab beliau cucu nabi kita dan kalau diganggunya kehormatan kita sehingga kita jadi malu, hendaklah redha, hendaklah menyerah, hendaklah sabar, kalau diganggu anak isteri kita dan kaum keluarga kita, hendaklah terima dan redha dengan menyerah dan sabar…maka perkataan Ibn Arabi ini ditanamkanlah kepada orang awam. Padahal sangat membawa hinanya sesetengah manusia di hadapan yang setengahnya, sehingga lebih hina mereka daripada budak yang telah sepuluh kali dijual dan sepuluh kali berganti tuan. Walaupun hartanya atau dirinya bahkan walaupun anak gadisnya diganggu oleh ahli bait, zuriat Rasul, dia menyerah saja dan wajib memandang itu sebagai nikmat sesudah iktisadnya dann hidupnya dijajah oleh British dan Belanda dan Cina, maka jiwanya pula wajib dijadikannya sebagai budak dan jajahan kepada kaum sayyid” (Hamka, Teguran Suci Dan Jujur Terhadap Mufti Johor, m/s 72, Selangor: Pustaka Dini).
buku-hamka.jpg
6. Para sahabah yang mulia seperti Abu Bakr, Umar dan lain-lain pun tidak pernah berkempen tentang kehebatan diri mereka. Sebaliknya, mereka sentiasa mengajak umat Islam mendahulukan Allah dan rasulNya. Ketika Abu Bakr r.a dilantik menjadi khalifah, beliau berucap:
“Wahai manusia, sesungguhnya aku telah dilantik menjadi pemimpin kamu, bukanlah aku yang terbaik dalam kalangan kamu. Jika aku betul, tolonglah aku. Jika aku salah, betulkanlah aku… Taatlah aku selagi aku taatkan Allah dan RasulNya. Jika aku derhakakan Allah dan RasulNya, maka tiada ketaatan untukku” (Ibn Athir, Al-Kamil fi al-Tarikh, 1/361).
Padahal, orang seperti Abu Bakr al-Siddiq telah dimuliakan oleh al-Quran dan al-Sunnah, namun masih lagi mengingatkan bahawa asas Islam kembali kepada membesarkan Allah dan RasulNya. Apakah sesetengah guru tarekat ini lebih hebat daripada Abu Bakr?
7. Sesiapa sahaja hendaklah patuh kepada al-Quran dan sunnah. Ukuran kita apa yang terkandung dalam al-Quran dan al-Sunnah, bukannya tokoh. Kata al-Imam al-Syatibi (meninggal 790H):
“Maka wajib bagi kita untuk mengikut orang yang terhalang daripada kesilapan (maksudnya RasululuLah S.A.W) dan berhenti daripada mengikut sesiapa yang tidak terhalang daripada silap apabila melihat kekeliruan pada ikutan tersebut. Bahkan kita bentangkan apa yang datang daripada para imam kepada al-Kitab dan al-Sunnah. Apa yang keduanya (al-Quran dan al-Sunnah) terima, maka kita terima, dan apa yang kedua tidak terima, kita tinggalkannya.”. (Al-Syatibi, Al-I’tisam, m.s 165, Beirut: Dar al-Kitab al-`Arabi).
8. Islam mengeluarkan kita dari kebodohan kepada kebijaksanaan. Dari mengikut sesuatu secara membabi buta kepada menilai dan memahami sebelum mengikut. Firman Allah:
“Dan janganlah engkau mengikut apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan mengenainya; sesungguhnya pendengaran dan penglihatan serta jantung hati, semua anggota-anggota itu akan ditanya”. (Surah al-Isra’: ayat 36).
Wajib setiap perkataan guru dibandingkan dengan al-Quran dan al-Sunnah dan haram mengikut mengikut sesuatu yang jelas bercanggah dengan al-Quran dan al-Sunnah.
9. Mempelajari agama dari mana-mana tokoh bukanlah masalah utama, tetapi sikap bertaklid tanpa menilai dan berfikir itulah yang membawa kepada kesesatan. Jika ada tarekat @ kebahinan yang bersumberkan al-Quran dan hadis yang sahih, maka tiada salah mengikutnya. Kesufian dan tasawwuf juga tidak menjadi masalah jika berteraskan al-Quran dan al-Sunnah. Namun pastikan bukan seperti yang diingatkan oleh Syeikh Manna’ al-Qattan:
“Tasawwuf telah bertukar menjadi falsafah andaian semata-mata, yang tiada lagi hubungan dengan warak, taqwa dan kezuhudan. Falsafah ini mengandungi pemikiran-pemikiran yang bercanggah dengan Islam dan akidahnya”( Mabahith Fi `Ulum al-Quran, m.s. 356, Riyadh: Maktabah al-Ma’arif).